Borobudur tak lagi termasuk dalam 7 Keajaiban Dunia :(

Borobudur bukan lagi menjadi salah satu dari 7 keajaiban dunia! ya berdasarkan survey yang dilakukan oleh http://www.new7wonders.com/nature/en/liveranking/ borobudur tidak termasuk dalam 7 keajaiban dunia. Masak kalah sama liberty! gombal!

Kenapa bisa begitu? karena yang ngisi polling/ survey orang amerika semua dan belum pernah ke indonesia kali! mereka bikin polling tapi gak di sebar luaskan (anda gak tau kan?) yang tau ya golongan mereka saja.

Nah sekarang mereka lagi bikin polling mengenai keajaiban alam, jadi kesempatan bagi kita untuk membalas mereka………segera buka http://www.new7wonders.com/nature/en/liveranking/ dan pilih danau toba, gunung krakatau sama pulau komodo, terakhir aku lihat, krakatau urutan ke 26! uihhhhhhhhh jauhhh. Demi bangsa indonesia…mari kita pilih sekarang juga……….

UAN untuk siapa?

Hasil UAN SMA telah diumumkan, katanya banyak yang gak lulus.

Mungkin karena banyak yang gak lulus inilah makanya UAN menimbulkan PRO KONTRA.

Saya kurang mengikuti perkembangan UAN sih, tapi dari berita yang pernah saya dengar, katanya UAN ini untuk menstandardkan mutu pendidikan (benar?). Tapi yang membuat saya heran…….. ada kasus dimana kepala sekolah membocorkan soal UAN dengan alasan supaya tingkat kelulusan tinggi. Dengan tingkat kelulusan tinggi, sekolah dapat menerima bantuan pendidikan. Ironis sekali kan?

Ironisnya adalah: seharusnya bantuan diberikan kepada sekolah-sekolah yang tingkat kelululusannya rendah…kenapa? kalau sudah tinggi tingkat kelulusannya  trus dapat bantuan sedangkan yang tingkat kelulusannya rendah diabaikan..bukankah semakin jauuuuuuuuuuuh bedanya? yang maju semakin maju yang terbelakang semakin terbelakang. Jadi menurut saya kalau memang UAN diterapkan….fokus pembangunan pendidikan harus ditujukan kepada daerah-daerah tertinggal bukan kedaerah-daerah yang sudah maju. Dana APBN untuk pendidikan harus lebih besar kedaerah tertinggal supaya pendidikannya sesuai standard (UAN). Jadi jangan sampai ketika pemerintah sudah menerapkan standard pendidikan tanpa diikuti evaluasi selanjutnya……maksudnya:standard sudah ada ‘what next’?