Seperti biasa, pagi itu si Paijo ngopi diwarung Yu Jah. Tiba-tiba si Parto datang, “gila Jo, gila JO!”. “Siapa yang gila kang?”,
“Dunia sudah gila! Lihat berita kemarin?”
“Apa an?”
“Warga beberapa lokalisasi demo menuntut FPI dibubarkan!”
“Apa?! Wah memang sudah gila nih!” kata Paijo.
“Bukannya membela FPI, tapi kalau yang maksiat sudah seperti dianggap benar dengan memanfaatkan momen tragedi monas jangan-jangan nanti ada demo kumpulan koruptor yang menuntut FPI dibubarkan.” Kata Parto berapi-api.
“Masak sampai begitu sih mas?”, Tanya Yu Jah yang dari tadi diam saja.
“Semua mungkin saja to Yu, lihat saja, Ahmadiah yang sudah di anggap sesat bisa menuntut pembubaran FPI, pengusaha lokalisasi yang jelas-jelas maksiat ikut-ikutan nuntut FPI dibubarkan, jadi sepertinya dunia sudah terbalik, bener gak?”, jelas Parto.
“Kalau sudah gini, bisa kacau juga ya?”, kata Paijo yang dari tadi diam saja.
“Sekarang tinggal MUI dong yang harus aktif?”, Tanya Yu Jah.
“Memang MUI yang mengeluarkan Fatwa tapi dia gak punya kekuatan Yu”, sanggah Parto.
“Kok bisa begitu?”, Tanya Paijo.
“Coba lihat kasus kuis SMS, meskipun sudah ditetapkan haram, toh kuis tetap marak di TV-TV”.
“Iya tuh, hadiahnya ratusan juta, siapa yang gak pingin ikut.” Kata Paijo.
“Jangan-jangan kamu ikut kirim SMS!” kata Yu Jah.
“Yu – Yu, hp aja gak punya kok! Mending buat ngopi dari pada SMS”, kata Paijo.
“Bicara masalah kuis SMS, kenapa pemerintah gak bikin satu badan pencari dana, trus bikin tuh kuis sms banyak-banyak, tiap hari kan ratusan juta bisa dikumpulkan, dari pada lewat pajak yang belum tentu dibayar warga hehehehehe.” Kata Paijo
“Hush……idemu itu malah mendukung yang gak bener!” kata Yu Jah.
“Gak bener gimana? Dulu ada PORKAS di demo bubar, ada SDSB di demo bubar, kalau Kuis SMS, pasti gak dibubarkan, sebab yang dulu demo sekarang ikut-ikutan kirim sms. Buktinya lihat sendiri kan? Kirim sms sebanyak-banyaknya, ketik REG xxxxx Umroh bersama ust xxxx, atau pilih dai vaforit, dan lain-lain jadi kayaknya sih gak berlaku tuh Fatwa MUI.” Sindir Paijo.
“Sudahlah makin lama makin pusing memikirkan negeri ini, kita sebagai orang kecil bisanya apa? Mending kita kerja, ayo Jo! hari sudah siang nih, kita harus cari penumpang.” Kata Parto yang sudah pusing tujuh keliling memikirkan negeri ini.
November 15, 2008 pukul 3:07 am
MUI semakin tidak jelas, hati2 dengan mereka
http://indonesianmuslim.com/mui-ditunggangi-islam-radikal.html